Seni Bantengan: Tradisi Hiburan bagi Masyarakat Desa Sidodadi Kecamatan Lawang

Oleh Diaz Octa Pratama - Desa Sidodadi terletak di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Batas wilayah desa Sidodadi yaitu batas wilayah sebelah utara  adalah desa Mulyorejo, sebelah selatan  adalah desa Bedali, sebelah timur adalah desa Srigading dan sebelah Barat adalah desa Kalirejo. Desa Sidodadi terletak di dataran tinggi/ pegunungan. Di desa Sidodadi masih banyak dijumpai lahan pertanian yang luas.

Tradisi yang masih berkembang sebagai warisan budaya di desa Sidodadi ini adalah Seni Bantengan yang masih sangat kental di masyarakat. Seni  Bantengan  adalah  sebuah  seni  budaya  pertunjukan  tradisi  yang menggabungkan  unsur  seni  tari,  pencak silat,  musik,  dan  mantra  yang  sangat kental dengan nuansa magis. Tradisi tersebut sangat dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat desa Sidodadi karena tradisi tersebut sudah makin berkurang dikarenakan para pemuda lebih memilih permainan elektronik seperti handphone. Maka dari itu para orang tua berupaya mengumpulkan wadah bagi pemuda agar mereka tahu tradisi maupun budaya ini. Selain menjadi tradisi, pertunjukan bantengan di desa Sidodadi ini merupakan tontonan dan hiburan bagi masyarakat sekitar.

Seni Bantengan telah lahir sejak zaman dahulu sangat erat kaitannya dengan  pencak  silat.  Pada  zaman  dahulu  tradisi  ini  memang  telah  lahir  sebagai seni   hiburan   bagi   masyarakat   oleh   para   pesilat.   Setiap   grup   Bantengan mempunyai  minimal  dua  banteng  yang  ditampilkan  dengan  iringan  musik yang khas.  Karena  adanya  perkembangan  zaman  dan  masuknya  beberapa anggota  baru  yang  membawa  beberapa  ide, akhirnya  dijadikan sebuah  seni  budaya   yang  berdiri  sendiri,  jadi  tidak  semua peguruan  pencak silat  memiliki  seni  budaya  Bantengan.  Bantengan  memang  tidak  bisa  terlepas begitu  saja  dengan  pencak  silat,  sampai  sekarang  pertunjukan  bantengan  pasti menampilkan  pencak  silat  sebagai  pembuka  pertunjukan. 

Pertunjukkan Seni Bantengan di desa Sidodadi dilakukakan setidaknya satu bulan sekali. Hal yang menarik dalam tradisi Bantengan ini adalah ketika  pemain  yang  telah  memakai kostum  Banteng  berada  dalam  keadaan  tidak sadar   atau   kesurupan   yang   konon   adalah   arwah   Banteng. Pementasan seni Bantengan tidak memerlukan panggung tertentu yang seperti konser musik karena seni Bantengan dipentaskan secara arak-arakan mengelilingi desa sebagai sarana ritual.

Pertunjukkan bantengan ini juga membantu usaha bagi masyarakat sekitar. Banyak dari mereka menjual makanan dan minuman di sepanjang jalan arak-arakan. Tradisi ini sangat meriah dan cukup kuat di tengah masyarakat sebagai suatu budaya daerah yang sudah berkembang dan dirasa unik karena terdapat gabungan beberapa unsur budaya.

Komentar