Pengusaha Krupuk Sukses, Lulusan Sekolah Dasar

Oleh: Diaz Octa Pratama

Nuriyanti Jannah adalah sosok inspiratif yang membuktikan bahwa pendidikan formal tinggi bukanlah satu-satunya kunci kesuksesan. Meskipun hanya lulusan Sekolah Dasar, Nuriyanti Jannah berhasil membangun sebuah usaha kerupuk yang sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Nuriyanti Jannah yang kerap dipanggil “Nur” lahir di Tasikmalaya dan merantau ke Lawang, Malang pada tahun 1990. Bersama suaminya membangun usaha kerupuk di atas sebidang tanah, meskipun latar belakang pendidikannya terbatas, Nuriyanti Jannah memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk meraih kesuksesan. Awal mula perjalanan bisnisnya dimulai dari keahliannya dalam meracik bumbu dan membuat krupuk yang berbeda pada umumnya. Krupuk yang dibuat  tanpa adanya bahan pengawet dan pemanis buatan.

Tanpa memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi, Nuriyanti Jannah menghadapi banyak tantangan dalam membangun usahanya. Namun, keberaniannya untuk mengambil risiko dan tekadnya untuk terus belajar dan berkembang membuatnya mampu melewati berbagai rintangan. “Bagi saya, setiap orang itu memiliki potensi kesuksesan dibidangnya masing-masing, tinggal kita nya saja mau atau tidak menggali potensi itu dan tekad, semangat itu penting untuk menghadapi setiap tantangan dan resiko”. Ungkap Nur dengan lugas. “Gelar dan lulusan itu bonus” tambah Nur.

Salah satu faktor kunci kesuksesan Nuriyanti Jannah adalah inovasi dalam bisnisnya. Nuriyanti Jannah berhasil menciptakan krupuk yang unik dan diminati oleh banyak orang. Jenis krupuk yang diproduksi adalah krupuk putih dengan taburan bawang.  Taburan bawang inilah yang memiliki keistimewaan dan memberikan cita rasa gurih pada krupuk.

Selain sukses secara finansial, Nuriyanti Jannah juga berkontribusi pada masyarakat sekitar. Dia menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat. Rata-rata pedagang dan karyawan adalah keluarga dan tetangga dekat dari Nur yang berasal dari Tasikmalaya. Karena kebanyakan pedagang dan karyawan berasal dari luar kota, Nur memberikan sebuah fasilitas seperti, kamar, toilet , dapur kepada mereka. Usaha krupuk milik Nur sudah berjalan kurang lebih 30 tahun, memiliki 25 pedagang dan 10 karyawan. Lokasi jangkauan krupuk yang diproduksi Nur sampai ke daerah Singosari dan Purwodadi.

Nuriyanti Jannah telah menunjukkan kepada kita, bahwa pendidikan bukanlah salah satu penentu kesuksesan seseorang. Maka tidak perlu berduka apalagi putus asa karena lulusan atau gelar kita. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, seseorang dapat meraih sukses besar. Kisah perjalanan hidup Nur memberikan inspirasi bahwa setiap orang memiliki potensi untuk mencapai impian mereka, bahkan dalam industri yang mungkin dianggap sederhana seperti bisnis krupuk.

Komentar